Jumat, 12 September 2008

Asal Mula Nama Indonesia

Istilah Indonesia pertama kali ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu Bumi (Geologi). G.W. Earl menyebut Indonesians dan Melayunesians bagi penduduk penduduk Melayu.

Pada tahun 1862, istilah Indonesia digunakan oleh orang Inggris bernama Mxwell dalam karangannya yang berjudul “The Islands of Indonesia.” Istilah Indonesia semakin popular ketika seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan istilah Indonesia pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi.

Kata Indonesia berasal dari kata Latin, ‘indus’ yang berarti Hindia, dan kata Yunani, ‘nesos’ yang berarti pulau, ‘nesioi’ (jamak) berate pulau-pulau. Jadi, kata Indonesia berarti pulau-pulau Hindia.

Indonesia dikenal pula dengan sebutan Nusantara. Kata Nusantra berasal dari bahasa Jawa Kuno, yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti hubungan. Jadi, Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau.

Bangsa Indonesia pertama kali menggunakan nama Indonesia secara politik pada saat istilah Indonesia dipakai oleh Perhimpunan Indonesia, yaitu organisasi yang didirikan pelajar-pelajar Indonesia di Belanda pada tahun 1908. Organisasi tersebut pada awalnya bernama Indische Vereeniging. Kemudian, nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Selanjutnya pada tahun 1922 juga, nama tersebut diganti lagi menjadi Perhimpunan Indonesia.

Pada tahun 1928, Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. Kongres Pemuda II tersebut dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang di dalamnya tercantum nama Indonesia. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai nama Negara kita pada tangagal 17 Agustus 1945 dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Lahirnya Paskibraka

Pada Upacara Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1946 di Yogyakarta, H.Husein Mukhtahar memberikan ide agar dibentuk pasukan pengibar bendera yang bersal berbagai daerah. Pada saat iu beliau menunjuk 5 orang, terdiri atas 3 orang putrid dan 2 orang putra. 5 orang merupakan symbol dari Pancasila.

Upacara Peringatan yang ke-3 (1947) dank e-4 (1948_ Kemerdekaan RI kembali dilaksanakan di Yogyakarta. Dan pada tanggal 17 Agustus 1949, bendera Pusaka dikibarkan kembali setelah dikibarkan dari Bangka.

Pada tanggal 19 Agustus 1950, untuk pertama kali upacara dilaksanakan di Jakarta, kemudian pada tahun 1950-1966 pengibaran bendera dibentuk dan diatur oleh Rumah Tangga Kreasi. Tahun 1968 dibuat duplikat bendera pusaka.

Pada tanggal 5 Agustus 1969 di Istana Negara Presiden Soeharto menyerahkan duplikat Bendera Pusaka Merah Putih dan reproduksi naskah proklamasi kepada Gubernur/ Kepala Daerah Tingkat I seluruh Indonesia juga perwakilan-perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta daerah-daerah tingkat II/ Kabupaten.

Maksud penyerahan duplikat Sang Saka Merah Putih dan reproduksi naskah Proklamasi itu dimaksudkan agar pada setiap upacara peringatan hari Proklamasi tanggal 17 Agustus dikibarkan duplikat Bendera Pusaka dan pembacaan naskah proklamasi di seluruh ibu kota provinsi/ daerah tingkat I.

Pada awalnya Paskibra yang dibentuk H.Husein MukhtahaR diberi nama:
1. RUKRIBRAKA, yaitu Regu Pengibar Bendera Pusaka, yang terdiri dari 5 orang.
2. PASKERAKA, yaitu Pasukan Penggerek Bendera Pusaka, tahun 1967-1972.
3. PASKIBRAKA, yaitu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Pencetus nama ini adalah Idiq Sulaiman.

PASKIBRAKA terdiri atas:
1. Pasukan inti, yaitu Pasukan Delapan, terdiri atas 9 orang.
2. Pasukan Pengiring, yaitu Pasukan Tujuh Belas, terdiri atas 19 orang.
3. Pasukan Pengawal, yaitu Pasukan Empat Lima, terdiri atas 46 orang.

Tugas-tugas Paskibra adalah:
1. Memperbaiki tata upacara.
2. Menyiapkan kader-kader yang berjiwa nasionalisme.
3. Membentuk sikap dan mental para Paskibra.

Pengibar Bendera pertama kali pada saat Proklamasi Kemerdekaan RI di jalan Pegangsaan Timur No.56 pada hari Jumat tanggal 17 Agustus 1945 adalah:
1. Suhud
2. Abdul Latief Hendradiningrat

Sejarah Berdirinya Organisasi PASKIBRA SMAMA

Organisasi Paskibra SMAMA dirintis pada tahun 1998 oleh 3 mantan Paskibra Kabupaten tahun 1997, yaitu:

1. Rahmat Setiady

2. Dedy Dwi Prasetyo (alm.)

3. Taufik Ridho

PPS pertama kali dprogramkan dan diusulkan dalam suatu rapat inventarisasi organisasi yang dilaksanakan oleh OSIS pada bulan September, rapat ISB dipimpin oleh Ketua OSIS sekaligus mantan Paskibra Kabupaten tahun 1998, M. Akhyar Fauzi. Ketua OSIS mempertimbangkan dan membicarakannya dengan pihak sekolah untuk kemudian menyetujui usulan ISB. Dan terbentuklah organisasi Paskibra dengan kepengurusan pertama kali sebagai berikut.

Kepengurusan PASKIBRA SMUMA I 1998/1999

  1. Ketua Umum merangkap Ketua Harian : M. Noor Fitriyadi
  2. Wakil Ketua : Eko Brahmono Mulyo
  3. Sekretaris Umum : Ni’mah Fitria
  4. Sekretaris I : Nismira Chaliantina
  5. Bendahara Umum : Eliana Jony
  6. Seksi Diklat : Yusuf Yuliadi
  7. Seksi Diklat : M. Akhyar Fauzi

Kepengurusan PPS pertama kali ini terdiri dari 5 mantan Paskibra Kabupaten tahun 1998 dan dibantu dua orang junior angkatan pertama, Eliana Jony (Bendahara Umum) dan Nismira Chaliantina (Sekretaris I).

Nama Purna Paskibra SMAMA baru diberlakukan pada bulan Maret tahun 1999 melalui kesepakatan pengurus yang semula hanya bernama Paskibra SMUMA. Organisasi PPS resmi menjadi organissi 4P pada tanggal 10 Juni 1999.

Kode Etik Paskibra SMAMA

Ikrar Putra Indonesia
Aku mengaku putra Indonesia dan berdasarkan pengakuan itu
Aku mengaku bahwa aku adalah makhluk Tuhan Al Khaliq Yang Maha Esa dan bersumber kepada-Nya
Aku mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia
Aku mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Aku mengaku berjiwa satu, jiwa Pancasila
Aku mengaku berbudaya dan bahasa satu, budaya dan bahasa Indonesia
Aku mengaku mengaku bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
Aku mengaku bertujuan satu, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila sesuai dengan isi UUD 1945
Aku mengaku bercara karya satu, perjuangan besar dengan akhlak dan ikhsan menurut ridho Tuhan Yang Maha Esa
Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini, aku berjanji akan bersungguh-bersungguh menjalankan kewajiban untuk mengamalkan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niatku ini dengan dan hidayah-Nya, serta dengan inayah-Nya

Diklat Terakhir, Semangat 45’!!!


Walau dirasa sangat pagi, tampak jelas terlihat banyak junior kelas X yang sudah berkumpul di sekolah untuk mengikuti diklat terakhir Paskibra, 1 hari sebelum bulan suci Ramadhan, 31 Agustus 2008. Di Minggu pagi yang cerah itu, telah ditentukan diklat Paskibra dimulai pada pukul 08.00 WITA tepat dan tidak ada istilah “ngaret” pada hari itu yang telah ditekankan sebelumnya. Itu terbukti, senior angkatan X dan junior kelas X sangat bersemangat untuk mengikuti diklat. Khususnya junior Paskibra, mereka datang lebih awal dari senior bahkan 1 jam sebelum diklat Paskibra dimulai! Ini membuktikan bahwa kedisiplinan sudah mulai tertanam di dalam jiwa mereka. Walaupun masih ada beberapa senior dan junior yang terlambat.


Diklat pada pagi hari itu, seperti biasa dimulai dengan upacara pembukaan diklat Paskibra. Junior Paskibra dilatih mandiri dari sekarang, salah satunya menjadi petugas dalam upacara pembukaan diklat. Bagian terpenting dalam upacara pembukaan diklat adalah pembacaan ikrar putra Indonesia yang pada saat itu dibacakan oleh salah seorang junior perempuan kelas X, walaupun ikrar yang dibacakan masih tidak sempurna. Namun, keberaniannya menawarkan diri untuk membacakan ikrar harus diacungi jempol!


Selesai upacara, dilanjutkan dengan pemanasan dengan berlari di sepanjang koridor SMA Negeri 1 Martapura sebanyak 3 kali putaran. Kemudian dilanjutkan pemanasan aktif yang dilakukan di tengah lapangan basket yang dipandu oleh 3 orang senior. Dirasa sudah cukup, pemanasan di pagi itu pun akhirnya diakhiri. Senior dan junior kemudian diabsensi. Terlihat masih banyaknya junior yang tidak masuk diklat pada pagi itu.


Latihan pun dimulai dengan materi PBB dasar dan PBB jalan, seperti aba-aba yang mencakup gerakan jalan di tempat serta haluan. Junior dibagi dalam 3 kelompok. Hal itu dilakukan agar proses pemberian materi dapat langsung mengenai target yang ingin dicapai, yaitu pemahaman dan pendalaman terhadap materi PBB. Pembagian dalam beberapa kelompok tersebut juga dilihat lebih efektif. Pemberian materi ini termasuk pembelajaran yang cepat dikarenakan ditiadakannya Cross Country (CC) dan langsung pada Traning Test I (TT I). Walaupun terlihat seperti dipaksakan, namun tujuan kami adalah menjadikan mereka lebih baik dari sebelumnya, tidak atas dasar pengaruh ditiadakannya CC.


Ketua Umum Paskibra SMAMA angkatan VIII, Andre Irhamna, datang pada saat latihan sedang berlangsung. Terlihat pula Ketua Umum Paskibra SMAMA angkatan IX, M. Rizki Fazriannor di dekatnya. Beberapa senior angkatan IX juga datang ke sekolah pagi itu. Mereka datang ke sekolah guna memantau latihan.


Dilanjutkan dengan pemberian materi tentang Sejarah Paskibra dan Kepemimpinan yang berlangsung di dalam kelas. Para junior kelas X terlihat sangat bersemangat untuk mendapatkan materi indoor, karena tidak melelahkan dibandingkan dengan materi outdoor, yang menguras keringat mereka.


Tepat pukul 11.00 WITA, dilanjutkan dengan evaluasi PBB yang telah diajarkan. Evaluasi disaksikan langsung oleh Ka Andre Irhamna. Beliau memberikan masukan-masukan kepada kami bagaimana cara mengevaluasi. Di dalam evaluasi, masih banyak yang melakukan kesalahan, namun pada akhirnya mereka dapat memperbaiki kesalahan yang mereka lakukan. Alhamdulillah, banyak kemajuan yang telihat pada junior kelas X dalam materi PBB, walaupun tidak semuanya bisa. 1 jam berlalu, evaluasi kemudian dilanjutkan dengan penambahan materi yang diberikan oleh Ka Andre Irhamna. Penambahan materi tersebut berlangsung dengan santai.


Para senior angkatan angkatan X yang sangat ”baik hati” kemudian membelikan 2 ice cream untuk junior-junior kelas kelas X. Entah karena waktu yang lama didiamkan, 2 Ice Cream itu pun meleleh. Ice Creamyang meleleh itu MESTI dihabiskan bersama dan semua junior HARUS mencicipi. Hal ini dilakukan agar mereka mengerti bahwa mereka satu keluarga, satu bagian, satu tujuan dalam organisasi Paskibra.


Setengah hari beraktivitas di sekolah mengikuti diklat Paskibra, diklat pun diakhiri pada pukul 13.30 WITA. Dengan oleh-oleh keringat yang dibawa masing-masing junior back toseparate home. Diakhiri dengan upacara penutupan, kemudian amanat yang sampaikan oleh Ketua Umum Paskibra angkatan X, Ahmad Ali Syafi’i, yang mengucapkan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa di Bulan suci Ramadhan 1429 H dan mohon maaf apabila ada kesalahan serta kekhilafan selama ini. Usai upacara, senior dan junior pun saling berjabat tangan, tak lupa pula Ka Andre Irhamna yang begitu setia menemani kami Hingga Akhir Diklat.


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan 1429 H

Minal Aidin Wal Faidzin

Mohon Maaf Lahir dan Bathin